ISLAM AGAMAKU.Al-QuRaN sEbAgAi PaNdUaN hIdUpKu. Hidup dan Matiku Kerana Allah Taala..
Wednesday, April 27, 2011
Thursday, April 7, 2011
KEUTAMAAN HARI JUM’AT DAN SUNNAH- SUNNAHNYA
Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wata'ala, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.. Amma Ba’du:
Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala telah mengkhususkan umat Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam dan mengistimewakan mereka dari umat-umat yang lainnya dengan berbagai keistimewaan. Diantaranya adalah Allah subhanahu wata'ala memilihkan bagi mereka hari yang agung yaitu hari jum’at.
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah dan Hudzaifah radhiallahu anhum berkata: Allah subhanahu wata'ala telah merahasiakan hari jum’at terhadap umat sebelum kita, maka orang-orang Yahudi memiliki hari sabtu, orang-orang Nashrani hari ahad, maka Allah subhanahu wata'ala mendatangkan umat ini, lalu Dia menunjukan kita hari jum’at ini, maka Dia menjadikan urutannya menjadi jum’at, sabtu ahad, demikian pula mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat, kita adalah umat terakhir di dunia ini namun yang pertama di hari kiamat, yang akan diputuskan perkaranya sebelum makhluk yang lain”.
(Shahih Muslim no: 856 dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dengan maknanya dari Abi Hurairah ra no: 876).
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Hari terbaik terbitnya matahari adalah pada hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu tersebut dia dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim: no: 854)
Di antara keutamaan hari ini adalah Allah subhanahu wata'ala menjadikan hari ini sebagai hari ‘ied bagi kaum muslimin. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam sunannya dari Ibnu Abbas radhhiyallahu a'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya hari ini adalah hari raya, Allah menjadikannya istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat jum’at maka hendaklah dia mandi”. (Ibnu Majah no: 1098)
Pada hari ini terdapat saat terkabulnya do’a, yaitu saat di mana tidaklah seorang hamba meminta kepada Allah subhanahu wata'ala padanya kecuali dia akan dikabulkan permohonannya. Diriwyatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhhiyallahu a'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya pada hari jum’at terdapat satu saat tidaklah seorang muslim mendapatkannya dan dia dalam keadaan berdiri shalat dia meminta kepada Allah suatu kebaikan kecuali Allah memberikannya, dan dia menunjukkan dengan tangannya bahwa saat tersebut sangat sedikit. ( HR. Muslim no: 852 dan Al-Bukhari no: 5294)
Para ulama berbeda pendapat tentang waktu terjadinya dan pendapat yang paling kuat adalah dua pendapat:
Pertama: Yaitu saat duduknya imam sehingga shalat selesai, dan alasan ulama yang berpendapat seperti ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Barrah bin Abi Musa bahwa Abdullah bin Umar berkata kepadanya: Apakah engkau pernah mendengar bapakmu membacakan sebuah hadist yang berhubungan dengan saat mustajab pada hari jum’at?. Dia berkata: Ya aku pernah mendengarnya berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Dia terjadi saat antara imam duduk sehingga shalat selesai ditunaikan”.
Kedua: Dia terjadi setelah asar, dan pendapat inilah yang paling kuat di antara dua pendapat tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dari Jabir radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Hari jum’at itu dua belas jam, tidaklah seorang hamba yang muslim memohon kepada Allah sesuatu pada hari itu kecuali Dia akan memperkenankan permohonan hamab -Nya itu, maka carilah dia pada akhir waktu asar” (HR. An-Nasa’i: no: 1389).
Pendapat inilah yang dipegang oleh sebagian besar golongan salaf, dan telah didukung oleh berbagai hadits. Adapun tentang hadits riwayat Abi Musa yang sebelumnya maka hadits tersebut memiliki banyak cacat dan telah disebutkan oleh Al-hafiz Ibnu Hajar di dalam kitab Fathul Bari.
Di antara keutamaannya adalah bahwa hari itu adalah hari dihapuskannya dosa-dosa.
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Shalat lima waktu, jum’at ke jum’at yang lainnya dan ramadhan ke ramadhan yang lain adalah penghapus dosa antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi”.
Di antara adab-adab jum’at yang perlu dijaga oleh orang yang beriman adalah:
Pertama: Disunnahkan bagi imam untuk membaca (الم تنزيل) yaitu surat as-sajdah dan surat Al-Insan pada saat shalat fajar pada hari jum’at.
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari hadits riwayat Ibnu Abbas radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam membaca pada waktu shalat fajar pada hari jum’at (الم تنزيل) as-sajdah dan (هل أتى على الإنسان حين من الدهر)
Kedua: Disunnahkan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam pada hari jum’at atau pada waktu malamnya, berdasarkan sabda Nabi dalam riwayat An-Nasa’i dari Aus bin Aus: Hari terbaik kalian adalah hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dicabut nyawanya, pada hari itu akan terjadi tiupan sangkakala, pada hari itu dimatikannya seluruh makhluk pada hari kiamat, maka perbanyaklah membaca shalawat bagiku sebab shalawat kalian didatangkan kepadaku”.
Mereka bertanya wahai Rasulullah bagiamana shalawat kami didatangkan kepadamu padahal dirimu telah menjadi tulang belulang yang telah remuk?. Atau mereka berkata: Engkau telah remuk mejadi tanah?. Maka Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala telah mengharamkan kepada bumi memakan jasad para Nabi alaihimus shalatu was salam”. ( An—Nasa’I no: 1374)
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab sunannya dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Perbanyaklah membaca shalawat bagiku pada ahari jum’at dan malam jum’at, sebab barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku satu shalawat saja maka Allah subhanahu wata'ala akan membaca shalawat kepadanya sepuluh kali shalawat”.
Ketiga: Perintah untuk mandi jum’at dan masalah ini sangat ditekankan, bahkan sebagian ulama mengatakan wajib. Diriwayatkn oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Sa’id Al-Khudri radhhiyallahua'nhu berkata: Aku bersaksi bahwa Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Mandi pada hari Jum’at diwajibkan bagi orang yang telah mencapai usia balig dan menjalankan shalat sunnah dan memakai minyak wangi jika ada”.
Keempat: Disunnahkan menggunakan minyak wangi dan siwak, memakai pakaian yang terbaik. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari Abi Sa’id AL-Khudri dan Abi Hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, memakai siwak, memakai pakaian yang terbaik, memakai minyak wangi jika dia memilikinya, memakai pakaian yang terbaiknya kemudan mendatangi mesjid sementara dia tidak melangkahi punak-pundak orang lain sehingga dia ruku’ (shalat) sekehendaknya, kemudian mendengarkan imam pada saat dia berdiri untuk berkhutbah sehingga selesai shalatnya maka hal itu sebagai penghapus dosa-dosa yang terjadi antara jum’at ini dengan hari jum’at sebelumnya ( Imam Ahmad: 3/81)
Kelima: Mambaca surat Al-Khafi. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari hadits Abi Said Al-Khudri radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca surat Al-kahfi pada hari jum’at maka akan maka sinar akan memancar meneranginya antara dua jum’at”. (Al-Hakim: 3/81)
Keenam: Disunnahkan bersegera menuju shalat jum’at. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dari Aus Al-Tsaqofi dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu 'anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang memandikan dan mandi, lalu bergegas menuju mesjid, mendekat kepada posisi imam, mendengar dan memperhatikan khutbah maka baginya dengan setiap langkah yang dilangkahkannya akan mendapat pahala satu tahun termasuk puasanya”. ( Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya: 2/209)
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalak kitab shahihnya dari Abu Hurairah radhhiyallahua'nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at yang sama seperti mandi janabah kemudian bersegera pergi ke mesjid maka dirinya seakan telah berkurban dengan seekor unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada masa ke dua maka dia seakan berkurban dengan seekor sapi, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ke tiga maka dia seakan telah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang keempat maka dia seakan telah berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ke empat maka dia seakan telah berkurban dengan sebutir telur, dan apabila imam telah datang maka para malaikat hadir mendengarkan zikir (khutbah).”
Dan bersegera menuju masjid untuk shalat jum’at termasuk perbuatan sunnah yang agung nilainya, namun banyak dilalaikan oleh banyak masyarakat, dan semoga hadits-hadits yang telah disebutkan di atas bisa memberikan motifasi dan memperkuat tekad, serta mengasah semangat untuk bersegera meraih nilai yang utama ini. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. Ali imron: 133)
Segala puji bagi Allah subhanahu wata'ala Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu'alaihi wasallam dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.
Tuesday, April 5, 2011
NASIHAT UNTUK SUAMI ISTERI
Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Rasulullah Salallaahu 'Alayhi Wassalam, para keluarga dan para sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari pembalasan.
Sesungguhnya Allah telah memberikan ni’mat kepada hamba-hamba-Nya dengan disyari’atkannya perkawinan, karena di dalamnya terdapat kebaikan yang banyak dan dampak yang baik.
Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-rum: 21).
Perkawinan merupakan batu-bata (bahan bangunan) yang baik untuk membangun keluarga yang shaleh dalam masyarakat. Islam telah mengatur kehidupan suami-isteri dengan suatu sistem yang indah dari Rabb yang Maha bijaksana dan Maha mengetahui. Islam telah memberikan penjelasan tentang ukuran-ukuran kehidupan suami-isteri yang bahagia yang menghantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Para suami isteri yang muslim –semoga Alah memberi taufiq kepada anda berdua untuk setiap kebaikan- hendaknya mengetahui, bahwa mewujudkan kebahagiaan ini merupakan sesuatu yang mudah bagi yang dimudahkan oleh Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman:
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. At-thalaq: 4).
Mereka hanya dituntut untuk bertakwa kepada Allah dengan seluruh makna yang terkandung dalam kata takwa tersebut, karena takwa kepada Allah merupakan dasar untuk setiap kebaikan.
Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman:
“Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-Nya itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (QS. At-Taubah : 109).
Para suami-isteri hendaknya menjalankan kewajiban-kewajiban yang seharusnya bagi mereka, dan memperhatikan untuk melakukan pergaulan yang ma’ruf antara keduanya. Pada saat itu akan tercipta kebahagiaan suami isteri dengan pertolongan Allah. Keduanya akan memetik buahnya yang indah, dan anak-anak akan terdidik bersama dua orang shaleh dan bahagia. Dengan demikian akan tumbuh suatu keluarga yang baik, sebagaimana akan tumbuh suatu masyarakat muslim yang bahagia. Segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita berupa hukum-hukum syari’at yang tinggi yang menghantarkan kita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sebagai penutup, saya berikan kepada pasangan suami-isteri suatu hadiah yang diambil dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah SalAllaahu 'Alayhi Wassalam. Semoga hadiah ini –dengan pertolongan Allah dan taufiqNya- akan menjadi cahaya yang menyinari mereka berdua.
Allah Subhanahu Wa Ta'alaa berfirman tentang beberapa sifat para hamba-Nya:
“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).
Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah Salallaahu 'Alayhi Wassalam bersabda: “Orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap para isterinya.” (HR. Turmizi, ia berkata: hadits hasan shahih).
Dari Ibnu Umar r.a dari Nabi Salallaahu 'Alayhi Wassalam, beliau bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Amir adalah pemimpin, dan orang laki-laki adalah pemimpin keluarganya. Orang perempuan adalah pemimpin rumah dan anak-anak suaminya. Maka setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya.” (Muttafaq alaih).
Saya memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'alaa agar memberi taufiq kepada setiap suami-isteri yang muslim menuju setiap hal yang dicintai dan diridhai-Nya, menjadikan keduanya bahagia di dunia dan akhirat, dan memberikan kepada mereka keturunan yang baik, serta menjadikan keturunan tersebut berbakti dan sedap di pandang oleh kedua orang tua mereka. Sesungguhnya Rabbku Maha dekat, Maha mengabulkan dan Maha mendengarkan do’a.
Friday, April 1, 2011
KEAJAIBAN SELAWAT
Selalu kita dengar – di ceramah-ceramah agama (bukan ceramah politik), di kaca TV selepas subuh, di radio (terutama IKIM) – mengingatkan kita tentang betapa pentingnya selawat. Penceramah sendiri pun selalu berselawat ketika hendak memulakan dan mengakhiri ceramahnya. Begitu juga dengan guru agama – berselawat di permulaan dan penghujung sesi pengajarannya.
Apakah pentingnya selawat? Kenapa semua orang berselawat? Besar sangatkah selawat itu? Mari kita sama-sama selidik kebesaran selawat ini. Tak seronoklah berselawat bila kita tak tahu kelebihan-kelebihan selawat. Oleh itu, pada hari Jumaat yang berkat ini kita akan membincangkan tentang keajaiban selawat.
- Sabda Rasullah SAW: Barangsiapa yang berselawat ke atasku sekali, nescaya Allah akan turunkan rahmat ke atasnya 10 kali ganda – (Hadis Riwayat Muslim.)
- Allah akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan berselawat sebanyak 11 kali setiap kali selesai menunaikan solat fardu.
- Jodoh ditentukan oleh Allah. Amalkan selawat 100 kali sehari, insyaAllah akan dipermudahkan bertemu jodoh sama ada lelaki @ wanita.
- Setiap penyakit ada penawarnya. Bacalah selawat 7 kali pada air dan minum. Insya Allah, perut yang sakit atau memulas akan sembuh.
- Sesiapa yang amal membaca selawat 3 kali setiap selepas solat 5 waktu akan dihilangkan kebuntuan fikiran dalam menghadapi apa jua masalah.
- Amalkan membaca selawat sebanyak 1000 kali sehari, insya Allah akan dikurniakan kebijaksanaan pemikiran. Di samping itu berusahalah untuk menerokai pelbagai ilmu.
- Sesiapa yang mengamalkan berselawat 11 kali setiap hari, dengan izin Allah dirinya akan lebih dihormati dan dihargai oleh orang lain.
- Menurut Sayyid Ahmad Dahlan, sesiapa yang berselawat walau sekali pada malam Jumaat, saat mautnya kelak akan dipermudahkan Allah seperti yang dihadapi oleh para nabi.
- Sesiapa yang berselawat 41 kali sehari, Insya Allah akan dihindarkan daripada sifat tercela seperti hasad dengki dan sebagainya dalam dirinya.
- Sesiapa yang amalkan berselawat 1000 kali pada malam Jumaat, insya-Allah akan beroleh kebahagiaan sama ada di dunia mahu pun di akhirat.
- Amalkan selawat 11 kali tiap kali selesai solat fardu kerana Allah akan mengindahkan akhlaknya menjadi lebih disenangi di kalangan orang lain.
- Berselawat 33 kali sehari dapat menjernihkan hati, mudah memahami akan sesuatu ilmu yang diajarkan, di samping beroleh ketenangan fikiran.
- Sesiapa yang berselawat tak kiralah banyak mana hitungannya setiap hari akan dapat keberkatan dalam apa jua dengan syarat ia berusaha mencari keredhaan-Nya.
- Amalan berselawat sebanyak yang mungkin setiap hari menjamin keselamatan hidup dan pertolongan Allah, lebih-lebih lagi pada saat kita menghadapi kesukaran hidup.
- Menurut Syibab Ahmad, sesiapa berselawat 3 kali setiap selesai solat Subuh, Maghrib & Isyak, Allah akan menghindarkannya daripada sebarang bencana.
- Sesiapa yang amalkan berselawat sebanyak 1000 kali setiap hari, Allah akan memeliharanya daripada sebarang ancaman musuh serta bahaya fitnah.
- Amalan berselawat secara teratur setiap hari mampu membersihkan kekeruhan jiwa, dipermudahkan Allah akan segala urusan dan mendapat keampunan daripadaNya.
- Menurut As-Shawi, sesiapa yang membaca selawat secara rutin, akan terpelihara hatinya daripada gangguan serta tipu daya syaitan yang melalaikan.
- Membaca selawat 10 kali pada setiap waktu pagi dan petang akan memperolehi keredhaan serta dijauhkan diri daripada mendapat kemurkaan Allah.
- Sesiapa yang membaca selawat sebanyak 7 kali selama 7 Jumaat berturut-turut, ia bakal mendapat syafaat (pertolongan) daripada baginda SAW.
- Menurut Al-Hafiz Dimyati, sesiapa yang berhajat menemui Nabi SAW dalam mimpinya maka amalkan membaca selawat sebanyak 70 kali sehari.
- Ada riwayat yang menyatakan bahawa amalan berselawat 80 kali tiap selepas solat Asar pada hari Jumaat, insya-Allah akan dihapuskan dosa-dosa kecil seseorang.
- Sesiapa yang sering mengamalkan berselawat pada setiap hari, Allah akan bukakan pintu rahmat dan rezeki yang tidak disangka-sangka baginya.
- Jiwa yang resah gelisah dapat ditenangkan dengan zikir, termasuklah berselawat sekerap yang mungkin kerana Allah itu Maha Luas rahmat-Nya.
- Ulamak berpendapat, sesiapa yang mengamalkan selawat saban hari tak kira berapa hitungannya, insya-Allah dihindarkan daripada taun dan wabak penyakit berbahaya yang lain.
- Membaca selawat 1000 kali selepas solat hajat 2 rakaat mampu menghilangkan keresahan, rasa dukacita serta dikabulkan Allah akan hajatnya.
- Menurut para ulama, sesiapa yang inginkan saat kematiannya dalam kesudahan yang baik, maka berselawatlah sebanyak 10 kali setiap selesai solat Maghrib.
- Para Ulamak berpendapat, Allah akan sempurnakan hajat yang baik dengan sentiasa berselawat 40 hingga 100 kali setiap hari, diikuti dengan usaha yang berterusan.
- Sabda Nabi SAW: Barangsiapa yang berselawat kepadaku sebanyak 100 kali pada hari Jumaat, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan keadaan bercahaya – Hadis Riwayat Abu Naim.
- Sabda Nabii SAW: Barangsiapa berselawat kepadaku 10 kali pada waktu pagi dan 10 kali pada waktu petang tiap hari, ia akan beroleh syaafaatku pada hari kiamat – Hadis Riwayat Thabrani
Demikianlah betapa banyaknya ganjaran bagi orang-orang yang berselawat. Oleh itu, marilah kita perbanyakkan selawat dan salam ke atas baginda Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. Mudah-mudahan kita tergolong dalam orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat, insya-Allah.
Wallahu a’lam.
Tuesday, March 29, 2011
KESEMPURNAAN SAF DALAM SOLAT
KALIMAT yang sering kita dengar dari mulut imam sebelum memulakan solat adalah “Luruskan saf (barisan dalam solat berjemaah)” atau “Rapatkan saf”. Namun berapa ramai yang benar-benar mengikuti arahan imam tersebut? Berapa ramai yang mengetahui apa maknanya meluruskan saf mengikut sunah Rasulullah s.a.w. yang sahih?
Para ulama sepakat bahawa saf pertama adalah saf terbaik dan besar keutamaannya bagi jemaah lelaki dalam bersolat.
Manakala bagi saf jemaah perempuan, saf paling utama adalah saf paling akhir sekali. Ia sebagaimana sabda Nabi s.a.w. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah :
Sebaik-baik saf barisan lelaki yang paling depan, dan yang terburuk ialah yang paling belakang, dan sebaik-baik barisan perempuan yang terakhir, dan yang terburuk ialah yang paling depan. (Riwayat Muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan Abu Hurairah: Andaikata manusia mengetahui apa yang ada di dalam panggilan azan dan memenuhi saf paling depan, kemudian mereka tidak berjaya mendapatkannya (saf paling depan itu) kecuali jika mereka berlumba untuk mendapatkannya, pasti mereka akan berlumba. (Riwayat Bukhari).
Disebut juga di dalam hadis Rasulullah s.a.w. bahawa saf di sebelah kanan mempunyai lebih keutamaan berbanding saf di sebelah kiri. Daripada Aishah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat terhadap orang yang berada di saf sebelah kanan. (Riwayat Ibnu Majah)
Di antara fadilat solat di saf pertama:
1) Menjaga kesempurnaan saf pertama sama seperti safnya para malaikat. Riwayat Jabir bin Samurah yang berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: ”Tidakkah kamu berbaris sebagaimana saf para malaikat di sisi Tuhan-Nya?” Kami bertanya: “Ya Rasulullah, bagaimanakah saf mereka di depan Tuhan?” Jawab Nabi: “Menyempurnakan barisan pertama dan rapat benar dalam barisan.” (Riwayat Muslim)
Daripada hadis di atas dapat kita fahami bahawa mereka yang memenuhi saf paling depan ketika solat adalah sama dengan saf para malaikat yang sentiasa menjaga kesempurnaan saf mereka dan saf para malaikat ini hampir dengan Allah s.w.t. Dari sini boleh kita katakan bahawa mereka yang berada di saf paling hadapan adalah orang yang paling hampir dengan Allah dan lebih mudah memperoleh rahmat-Nya.
2) Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada mereka yang berada di saf-saf paling hadapan. Daripada Abu Umamah berkata bahawa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang berada di saf pertama.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, bagaimana dengan saf kedua.” Baginda bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang berada di saf pertama.” Para sahabat bertanya lagi: “Ya Rasulullah, bagaimana dengan saf kedua.” Rasulullah menjawab: “Ya, juga saf kedua.” (Riwayat Ahmad).
Selawat
Menurut Dr. Fadhal Ilahi, makna selawat Allah atas mereka (yang berada di saf pertama) adalah seperti yang dikatakan oleh Imam ar-Raghib al-Asfahani, iaitu: “Tazkiyah (Penyucian daripada dosa-dosa) terhadap mereka.” Selawatnya para malaikat pula: “Iaitu berbentuk doa dan permohonan keampunan.” Alangkah beruntungnya sesiapa yang mendapat tazkiyah daripada Allah dan doa pengampunan daripada para malaikat.
3) Rasulullah memohon keampunan buat mereka di saf pertama sebanyak tiga kali. Daripada ‘Irbadh bin Sariyah bahawa Rasulullah memohon keampunan bagi mereka yang berada di saf pertama tiga kali dan untuk saf kedua hanya sekali.
(Riwayat Ibnu Majah). Alangkah bahagia sekiranya orang yang paling mulia di atas muka bumi ini memohon keampunan untuk kita.
Demikianlah beberapa keutamaan saf paling hadapan di dalam solat berjemaah. Yang amat dikesalkan terdapat ramai di antara kita yang tidak lagi memberi perhatian terhadap keutamaan-keutamaan ini. Umat Islam di Malaysia seakan-akan tidak ghairah merebut saf pertama.
Mereka lebih memilih untuk mendapatkan tempat yang membolehkan mereka bersandar dengan selesa seperti di tiang-tiang atau di dinding masjid, berdekatan dengan kipas dan pintu supaya dapat cepat keluar setelah selesai bersolat.
Ada pula yang datang awal ke masjid tetapi berborak dahulu di luar masjid sambil menghisap rokok. Alangkah ruginya mereka ini. Sesungguhnya Rasulullah menyatakan bahawa sesiapa yang secara sengaja memenuhi saf belakang, maka Allah akan membelakangkan mereka.
Daripada Abu Sa’id al-Khudri bahawa Rasulullah melihat ada sebahagian sahabatnya yang tidak mahu maju ke saf pertama, maka baginda bersabda: Majulah dan ikutilah saya, sedangkan orang-orang di belakang harus mengikutimu pula! Sesuatu kaum yang selalu suka di belakang, tentu akan dibelakangkan pula oleh Allah. (Riwayat Muslim).
Adakah kerugian yang lebih besar daripada kerugian dibelakangkan oleh Allah? Oleh itu datanglah awal ke masjid untuk solat berjemaah dan rebutlah saf pertama.
Kedudukan saf yang betul
Rasulullah sebelum memulakan solat, akan memastikan makmum di belakangnya meluruskan saf terlebih dahulu. Anas bin Malik berkata, ketika telah iqamah untuk solat, Rasulullah menghadap kepada kami dengan wajahnya seraya bersabda: Luruskan saf dan rapatkanlah kerana sesungguhnya aku melihat kalian dari belakangku. (Riwayat Bukhari)
Kebiasaan yang kita lihat di masjid-masjid, para imam hanya melaungkan “luruskan saf”, “luruskan saf” tanpa melihat jemaah di belakang sama ada mereka mematuhi perintahnya atau tidak.
Mereka seperti hanya melepaskan batuk di tangga. Sedangkan Rasulullah akan menghadap para makmum dan memastikan arahan meluruskan saf benar-benar dilaksanakan oleh para sahabat. Malah ada riwayat yang menyatakan Baginda pergi ke setiap barisan untuk melihat sama ada saf benar-benar telah lurus sebelum memulakan solat.
Daripada Albara’ bin ‘Aazib berkata: Adalah Rasulullah memasuki celah-celah barisan (saf) sambil mengusap dada dan bahu kami. (Riwayat Abu Daud).
Pada zaman Umar al-Khattab pula, beliau mewakilkan tugas meluruskan saf kepada seseorang. Beliau tidak akan bertakbir (memulakan solat) sehingga orang yang membantunya dalam meluruskan saf itu memberitahu bahawa saf telah benar-benar lurus. Begitu juga dengan Uthman al-Affan dan Ali bin Abu Talib, mereka berdua bersepakat melakukan apa yang telah dilakukan oleh Umar. Dulu, Ali selalu mengatakan: “Maju wahai si fulan! Mundur sedikit wahai si fulan!”
Penulis menyarankan para imam masjid-masjid di Malaysia agar memerhatikan perkara ini dengan penuh teliti supaya amalan mereka selari dengan sunah Nabi dan Khulafa’ ar-Rasyidin.
CARA MELURUSKAN SAF
Meluruskan saf dalam solat berjemaah merupakan sunah Nabi s.a.w. Malah ada ulama yang memandang penyempurnaan saf dalam solat adalah wajib. Menurut Syaikh Muhammad Nashiruddeen al-Albani: ”Mendirikan dan meluruskan saf hukumnya wajib kerana terdapat perintah yang berasal daripada Rasulullah. Kalimat perintah itu pada asalnya bererti wajib, kecuali ada qarinah (petunjuk lain) yang mengalihkan daripada pengertian wajib tersebut.
Namun, terlalu sedikit di kalangan masyarakat kita yang mengamalkannya. Pada tanggapan mereka kesempurnaan saf hanyalah dengan mempastikan barisan solat itu lurus. Sebenarnya ada beberapa perkara lain yang juga telah diperintahkan oleh Rasulullah berkaitan kesempurnaan saf:
1. Merapatkan bahu dengan bahu orang yang solat bersebelahan dengannya.
2. Merapatkan lutut dengan lutut orang yang solat bersebelahan dengannya.
3. Merapatkan buku lali dengan buku lali orang yang solat bersebelahan dengannya.
Hanya dengan mempraktikkan perkara-perkara di atas barulah tercapai kesempurnaan saf dalam solat berjemaah dalam erti kata sebenar.
Hadis-hadis berkaitan dengan perkara di atas adalah seperti berikut:
* Daripada Nu’man bin Bashir berkata: “Aku melihat seseorang merapatkan bahunya dengan bahu saudaranya, merapatkan (melekatkan) lututnya dengan lutut saudaranya dan melekatkan mata kakinya (buku lali) dengan mata kaki saudaranya.” (Riwayat Abu Daud).
* Daripada Anas bin Malik daripada Nabi s.a.w. bersabda:
(Pada waktu solat) setiap kami meratakan bahunya dengan bahu saudaranya dan telapak kakinya (buku lali) dengan telapak kaki saudaranya. (Riwayat Bukhari).
Sunah Nabi s.a.w. ini seakan-akan sudah lenyap dari masjid-masjid di Malaysia.
Penulis pernah cuba mempraktikkan sunah ini dalam solat berjemaah di beberapa masjid, namun hasilnya amat mengecewakan.
Ramai dari kalangan jemaah akan menjauhkan buku lali dan lutut masing-masing ketika penulis cuba merapatkan saf tersebut.
Mereka seolah-olah tidak selesa merapatkan dan meluruskan saf dengan cara begini.
Namun begitu kita sebenarnya tidak boleh menyalahkan mereka kerana sunah ini memang tidak disebarkan secara meluas di Malaysia, apalagi untuk dipraktikkan.
Penulis yakin sekiranya sunah ini diajar secara meluas di dalam kelas-kelas atau kitab-kitab fardu ain nescaya ia akan diamalkan di seluruh masjid di Malaysia.
Kedudukan saf yang salah
HIKMAH MERAPATKAN SAF
1. Ia merupakan antara faktor yang menyumbang kepada kesempurnaan solat. Sabda Rasulullah: Luruskan saf kamu, kerana meluruskan saf merupakan sebahagian kesempurnaan solat. (Riwayat Muslim).
2. Ia adalah faktor yang boleh menyatukan hati umat Islam. Sabda Rasulullah: Luruskan saf solat kamu dan janganlah kamu bercerai-berai (dalam mendirikan saf), akan tercera-berai hati kamu. (Riwayat Muslim). Sabda Baginda lagi: Tegakkanlah saf-saf kamu sekalian sebanyak tiga kali, demi Allah (kamu diperintah agar) merapatkan/meluruskan saf-saf kamu, atau Allah akan mencerai-beraikan hati kamu. (Riwayat Abu Daud).
Menurut Syaikh Abu Ubaidah
Masyhur:
”Dalam perintah meluruskan dan merapatkan saf merupakan unsur pendekat jiwa yang akan menjalinkan hubungan persaudaraan dan keinginan saling menolong. Bagaimana tidak! Bukankah bahu si miskin berhimpitan dengan bahu si konglomerat, kaki si kuat melekat dengan kaki si lemah. Dan semuanya berada dalam satu saf, bagaikan bangunan yang tersusun sangat rapat.
3. Ia dapat menghindari gangguan syaitan ke atas orang yang bersolat. Sabda Rasulullah:
Rapatkanlah saf kamu sekalian, dekatkanlah antara saf, tegakkanlah tengkuk kamu. Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman Tangan-Nya, sesungguhnya aku melihat syaitan menyusup di celah-celah saf seperti anak kambing. (Riwayat Abu Daud).
4. Allah mencintai mereka yang menyempurnakan saf. Sabda Rasulullah:
Tidak ada suatu langkah yang sangat dicintai oleh Allah daripada langkah seseorang hamba untuk menyambung (menyempurnakan) saf (dalam solat). (Riwayat Abu Daud).
5. Ganjaran pahala yang besar bagi mereka yang menyempurnakan saf di dalam solatnya. Rasulullah bersabda:
Orang yang paling baik di antara kalian adalah seseorang yang paling lembut bahunya di dalam solat, tidak ada suatu langkah yang pahalanya lebih besar daripada langkah seseorang yang melangkah untuk menutup celah dalam saf. (Riwayat Thabrani).
6. Allah dan para malaikat-Nya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) kepada mereka yang menyempurnakan saf dalam solat.
Sabda Rasulullah : Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang berada di saf pertama. Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, bagaimana dengan yang kedua.” Baginda bersabda: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang berada di saf pertama. Para sahabat bertanya lagi: “Ya Rasulullah, bagaimana dengan yang kedua.” Rasulullah menjawab: Ya, juga bagi saf kedua. (Riwayat Ahmad).
Sayang sekali sunah-sunah berkaitan dengan saf ini telah dilalaikan dan diambil mudah oleh masyarakat Islam bukan sahaja di Malaysia, malah di seluruh dunia.
Apa yang ingin penulis sarankan di sini adalah agar sunah meluruskan dan merapatkan saf ini dihidupkan semula, terutamanya oleh para imam di masjid-masjid seluruh Malaysia.
Para imam hendaklah bersungguh-sungguh mengerjakan sunah ini dan mengajak mereka yang bersolat di belakang melaksanakannya.
Sabda Rasulullah s.a.w mengingatkan: Solatlah kamu sekalian sebagaimana kamu melihat aku bersolat. (Riwayat Bukhari).
Wallahua’lam
Monday, March 28, 2011
10 SURAH MUJARAB
1. SURAH AL-FATIHAH
Amalkan membaca Surah Al-Fatihah semasa hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya'Allah akan aman tenteram dan terjauh daripada gangguan syaitan. Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengubati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah s.w.t. Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari iaitu dengan mengerjakan solat 5 waktu.
Telah bersabda Rasulullah s.a.w., sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati Al-Qur'an ialah Surah Yaasin iaitu jantung Al-Qur'an. Sesiapa yang membaca Surah Yaasin, nescaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai sepuluh kali membaca Al-Qur'an seluruhnya. (Hadis riwayat At-Tarmizi dari Anas r.a.) Rasulullah s.a.w. juga bersabda : Surah Yaasin dinamakan di dalam kitab Taurat dengan sebutan "At-Mu'ammah" (yang umum), yang mengumumkan pembacanya dengan kebaikan dunia dan akhirat, menanggung segala bala baik dari kesusahan di dunia mahu pun akhirat. Pembaca juga akan dilindungi dari setiap keburukan dan kejahatan serta segala hajat dan kemahuan akan Allah kabulkan. Jika dibaca dalam satu malam semata-mata mengharapkan keredaan Allah, nescaya Allah akan mengampunkan dosanya. (Hadis riwayat Malik, Ibnu-Sunni dan Ibnu Hibban). Surah Yaasin ni juga jika diamalkan, akan terselamatlah kita dari kehausan di hari KIAMAT.
Dibaca sekali pada malam Jumaat agar kita terselamat dari huru hara di Padang Mahsyar.
Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca Surah Al-Waqi'ah pada tiap-tiap malam, insya'Allah tidak akan merasai kepapaan. Mereka yang membacanya sebagai wirid, insya'Allah akan beroleh kesenangan selama-lamanya. Mereka yang membacanya sebanyak 14 kali setiap lepas solat Asar, insya'Allah akan dikurniakan dengan rezeki yang banyak. Selepas solat Isyak, ambillah segelas air lalu bacalah Surah Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqi'ah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum. Dalam hati, niat untuk menjaga kecantikan diri dan kebahagiaan rumahtangga kita. Makna Surah Al-Waqi'ah Ayat 35-38 ialah : "Sesungguhnya, Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa. Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya dengan umurnya.
Sesiapa yang mengamalkan membaca surah ini sebanyak 1,000 kali, maka Allah s.w.t. akan menghasilkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat. Sesiapa yang membaca 1,000 kali juga selepas solat Isyak hingga dia tertidur, insya'Allah dia dapat melihat Rasulullah s.a.w. dalam tidurnya.
Sesiapa yang membaca Surah Al-Khaafiruun, maka bandingannya seperti membaca seperempat Al-Qur'an, disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan syaitan dan terlepas dari peristiwa yang mengejutkan (Riwayat At-Tarmizi). Sebelum tidur, bacalah surah ini agar kita mati dalam iman serta membersihkan kotoran dalam diri kita.
Sebuah lagi Surah dari Al-Qur'an iaitu Surah Al-Mulk mempunyai fadilat dan faedah yang amat besar bagi sesiapa yang mengamalkan membacanya. Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca akan surah ini, akan mendapat syafaat dan keampunan dosa-dosanya. Mereka yang membacanya pada setiap malam, insya'Allah, akan terselamat dari azab kubur..
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada isteri kesayangan baginda, Siti Aisyah, antara mafhumnya : "Wahai Aisyah isteri ku, sebelum kamu tidur, khatamlah dulu Al-Qur'an." Siti Aisyah lalu berkata, "Wahai suami ku, saya tidak mampu khatam Al-Qur'an sebanyak 30 juzuk itu." Apabila mendengar kata-kata Siti Aisyah tersebut, Rasulullah s.a.w. sambil tersenyum lalu menjawab, "Barangsiapa yang membaca 3 kali sebelum tidur, seolah-olah ia telah khatam Al-Qur'an keseluruhannya. " Dari Rasulullah s.a.w.. pernah bersabda kepada Saidina Ali r.a., "Sesiapa hendak pergi musafir, kemudian ketika dia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surah Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali. Ibnu Said Al-Khanafi menerangkan : "Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas, ertinya bersih atau lepas. Maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas, maka ia akan dilepaskan kesusahan duniawi, dimudahkan di dalam gelombang sakratulmaut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari
kiamat."
Siti Aisyah menerangkan : "Bahawa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Baginda membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan, kemudian disapukan keseluruh tubuh dan kepala. Barang siapa terkena penyakit kerana perbuatan syaitan atau manusia, hendaklah membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturut-turut. Barang siapa yang takut akan godaan syaitan dan manusia, takut dalam kegelapan malam atau takut dengan kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.
10. SURAH AN-NAS
Surah An-Nas adalah surah yang terakhir (ke-114) dalam Al-Qur'an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang
bermaksud manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah ini adalah bagi menganjurkan manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan baik yang berasal dari golongan manusia mahu pun jin. Surah An-Nas ini juga adalah penerang hati
Saturday, March 12, 2011
SAKIT KEPALA DAN TULANG BELAKANG
Jenis-jenis Sakit Kepala dan Ciri-cirinya:
Sakit kepala disebabkan ketegangan.
• Sakit Jenis ini biasanya dirasai dibelakang kepala dan leher dan biasanya Tidak terhad pada sebelah bahagian sahaja.
• Sakit mungkin berlarutan selama beberapa hari sehingga beberapa minggu dengan masa lega yang singkat di antara serangan. Walau bagaimanapun tahap keterukkannya mungkin berubah-ubah.
• Menyerang pada bila-bila masa.
• Kesakitannya selalu digambarkan seperti satu ikatan kuat yang menekan, tetapi jarang sekali berdenyut-denyut dan tidak pernah disertai dengan demam.
Sakit Kepala Migrain
• Berlaku apabila saluran darah di kepala menutup terlalu ketat atau membuka terlalu luas.
• Sakit dirasai disebelah bahagian sahajapada satusatu masa, tetapi mungkin merebak ke seluruh kepala.
• Sakitnya berdenyut-denyut dan selalunya berlaku secara perlahan-lahan dan menjadi lebih teruk selepas satu jam atau lebih. Berlarutan sekurang-kurangnya 2-4 jan atau lebih lama.
• Sakit mungkin menyerang sekali dalam masa beberapa hari atau beberapa minggu atau langsung tiada untuk beberapa bulan, Migrain biasanya berlarutan selaman beberapa jam tetapi jarang melebihi satu atau
dua hari.
• Sakit mungkin menjadi lebih teruk dengan tekanan, pengambilan alcohol, atau sesetengah jenis makanan seperti coklat dan serinngkali disertai rasa loya dan muntah-muntah. Tidur dapat melegakan sakit kepala
jenis ini. Sakit ini juga berlaku semasa haid.
• Mempunyai sejarah keluarga yang mengidap migraine
Sakit Kepala Bertumpu
• Sakit kepala jenis ini biasanya berlaku di kalangan lelaki pertengahan umur, manakala migraine tipikal
lebih biasa berlaku di kalangan wanita.
• Sakitnya hanya mepiluti sebelah bahagian kepala sahaja. Sakit biasanya terjadi di belakang mata dan biasanya berlaku pada mata yang sama.
• Sakit yang menyerang secara tiba-tiba tanpa sebarang amaran.
• Sakit yang memuncak dalam tempoh 5 hingga 10 minit dan mungkin berlarutan sehingga beberapa jam.
• Sakir yang menyebabkan seseorang terbangun dariapda tidur dan berlaku beberapa kali sehari untuk beberapa minggu dan kemudian berhenti. Menyerang hampir pada waktu yang sama setiap hari, untuk beberapa minggu atau bulan.
• Sakit yang mungkin berkaitan dengan sebelah bahagian rongga hidung tersumbat dan mata yang berair.
Keradangan Sinus
• Sakit yang biasanya bermula semasa atau selepas demam selsema yang teruk, terutamanya jika berlaku titis postnasal (pangliran lender berlebihan dari kawasan hidung ke dalam fariks)
• Sakit yang tertumpu pada satu kawasan tertentu pada muka atau kepala, dan menyerang dalam masa yang singkat.
• Sakit yang teruk pada waktu pagi sebelum mukus (lendir) berpeluang untuk mengalir keluar.
• Sakit yang menjadi teruk apabila batuk, bersin atau menggerakkan kepala dengan tiba-tiba.
• Sakit yang menjadi lebih teruk dengan pengambilan aokohol, perubahan suhu yang mendadak, semasa musim sejuk dan keluar dari bilik yang sejuk ke kawasan luar yang panas.
• Mempunyai sejarah demam hayí (rhinitis alergik) dan alahan.
Arteritis Temporal
• Sakit yang biasanya berlaku di kalangan warga tua yang berumur lebih daripada 50 tahun
• Sakit yang berkaitan dengan bahagaian kepala dan pelipis yang sensitive (mudah terasa sakit bila
disentuh) dan sakit rahang.
• Penglihatan terganggu
• Sakit-sakit pada seluruh badan.
• Kemungkinan berkaitan dengan demam ringan yang berlaku sekejap-sekejap.
• Dikaitkan dengan penurunan berat badan pada sesetengah orang
• Sakit kepala jenis ini dianggap sebagai kes kecemasa perubatan - pesakit perlu dirawat di hospital dengan
segera.
Segala kerja yang anda buat boleh memberi kesan kepada belakang anda samada duduk, berdiri, membongkok, mencapai/ terdongak kepala untuk mengambil sesuatu, berjalan, berlari, menarik, memegang, menahan, menolak, menurun atau mengangkat barang. Hatta semasa sedang beristirihat atau tidur pun belakang anda sedang berperanan. Sakit belakang adalah masalah otot dan tulang.
Apa yang menyebabkan sakit belakang (Faktur risiko)
1. Postur yang tidak betul
Berdiri, duduk atau bergerak seperti orang malas, kedudukan sebelah pinggang lebeh tinggi daripada yang sebelah lagi. Tabiat seperti ini akan menyebabkan otot tegang, kaku, sakit belakang, sakit leher dan kelesuan.
2. Kurang senaman
Otot yang menyokong tulang belakang perlu senaman untuk regangan dan mengekalkan otot itu supaya kuat.
3. Kegemokan
Perut buncit akan menarik otot belakang dan menegangkan otot abdomen. Mengurangkan berat badan boleh meringankan beban kepada belakang dan baik untuk jantung.
4. Stres
Kerunsingan boleh mengakibatkan otot belakang menegang dan hilang keseimbangan badan dan boleh cedera belakang.
5. Tersalah urat belakang
Anda boleh menegangkan atau mengoyak bahagian belakang dengan hanya membongkok, mencapai/ mendongak untuk mengambil sesuatu dan mengangkat barang dengan cara yang salah.
6. Piring ruas tulang belakang tergelincir
Kadangkala piring/ cakera ruas tulang belakang tergelincir atau tergencat daripada kedudukan asalnya dan akan menekan saraf dibelakang. Ini menyebabkan kesakitan, lemah dan kebas-kebas di kaki. Anda perlu mendapatkan rawatan Doktor.
Jika sakit belakang sering menganggu dan anda tidak tahu apa hendak dibuat. Ini adalah panduannya.
Semasa berdiri :
Rihatkan sebelah kaki di atas papan lapek rendah untuk menyokong belakang sebelah bawah.
Kebiasaannya kerja hendaklah di buat pada paras ketinggian siku samada sewaktu anda duduk atau berdiri. Walau bagaimana pun kerja yang berat hendaklah dibuat pada paras lebih rendah daripada ketinggian siku.
Semasa memusing badan :
Berpusing dengan mengerakkan kaki, bukan memusing badan. Badan yang berpusing boleh menyebabkan kecederaan belakang.
Semasa duduk :
Gunakan kerusi yang boleh menyokong belakang. Tapak kaki di rapatkan ke lantai dan badab bersandar di kerusi.
Semasa berjalan
Kepala tegak kedepan dan angkat dada sedikit.
Sewaktu tidur.
Tidur diatas belakang dengan menyelit bantal kecil di celah lutut, tidur mengiring dengan kaki membengkok atau tidur seperti kedudukan janin dalam perut ibu.
Semasa mengangkat barang.
Mengangkat barang hendaklah dengan menggunakan otot kaki, bukannya otot belakang. Berat barang yang selamat untuk diangkat hendaklah lebeh kurang 3 kg ( anggaran purata berat bayi baru lahir)
Anda boleh merujuk maklumat cara mengangkat barang dengan cara yang betul di artikel yang lain.
Mencapai untuk mengambil sesuatu barang
Satu cara yang baik untuk memikirkan berkenaan kawasan yang boleh di capai dengan tangan ialah ruang hayunan lengan semasa digerakkan. Mencapai sesuatu benda di dalam kawasan ini adalah selamat.
Penutup
Kita mesti ingat, untuk mendapat belakang yang sihat, kita hendaklah mengekalkan otot belakang dan abdomen supaya kuat. Dengan itu ia boleh menyokong dan meletakkan tulang ruas vertebra leher, tulang ruas vertebra toreks dan tulang ruas vertebra pinggang pada tempatnya serta seimbang kedudukannya. Di dalam apa jua aktiviti atau kerja yang dijalankan pastikan postur badan yang betul, sendi tulang hendaklah dalam kedudukan semulajadi, dilarang membongkok kehadapan dan berwaspada dengan berat badan.
Berhati-hati kerana kelalaian boleh mengakibatkan sakit belakang.
Subscribe to:
Posts (Atom)








